Distro Linux
Sejarah Distro Linux
Kernel Linux versi 0.01 dirilis Linus Torvalds pada tahun 1991 dan dirilis dalam
bentuk kode sumber, kemudian
dirilislah Kernel Linux dalam bentuk gambar
cakram (disk image) yang membawa Utilitas GNU. Saat itu,
belum ada bentuk distribusi Linux. Karena sulitnya pemasangan Linux pada saat
itu, muncul distribusi-distribusi pertama yang dibangun dari Kernel Linux.[1] Beberapa distribusi-distribusi pertama Linux
meliputi:
·
Boot-root oleh
H.J. Lu (akhir 1991), adalah sebuah perangkat lunak yang dikemas dalam flopi berukuran 5.25". Berisikan Kernel Linux dan
peralatan minimal untuk memulai.
·
MCC Interim
Linux oleh Manchester Computing Centre (Februari
1992), yang setelah dipasang, membawa dasar lingkungan Unix dengan antarmuka konsol. Dirilis
umum dan dapat diunduh di peladen FTP University of Manchester. (Pranala asli: [1]).
·
TAMU Linux oleh Texas A&M University,
pada waktu yang hampir bersamaan dengan rilisnya MCC Interim Linux.
SLS tidak terpelihara
dengan baik, sehingga Patrick Volkerding merilis
distribusi baru berdasarkan SLS yang ia namakan Slackware, dirilis pada tahun 1993. Slackware merupakan distribusi tertua yang masih ada
hingga saat ini.
Pengertian Distro Linux
Untuk bisa disebut sistem operasi sepenuhnya
maka muncul istilah GNU/Linux yang memunculkan kontribusi dari GNU (sebagai
pemegang hak cipta Linux). Sedangkan Distro Linux atau yang juga bisa disebut Distribusi Linux merupakan perangkat lunak itu sendiri. Distro
Linux bisa saja merupakan perangkat lunak bebas atau juga perangkat lunak
komersial seperti Red Hat Enterprise, SuSE dan lain – lain.
Banyak yang salah karena beranggapan bahwa Linux adalah sistem
operasi seperti halnya Windows. Karena sebenarnya Linux hanyalah kernel
yang menjembatani perangkat lunak atau software dengan perangkat keras
komputer.
Sampai saat ini sudah banyak
Distro Linux baru yang bermunculan dan kemungkinan akan terus terjadi karena
sifatnya yang open source. Dari sekian banyaknya Distro Linux yang muncul ada
yang mampu bertahan dan ada yang tidak, bahkan beberapa sudah berkembang sangat
pesat sehingga memunculkan Distro Turunan lain, contohnya seperti Debian
GNU/Linux yang sudah banyak menghasilkan turunan seperti Ubuntu, Xandro, DSL
dan masih banyak lagi.
Macam – Macam Distro Linux
Debian
Debian merupakan hasil kinerja para sukarelawan untuk membuat
distro linux dengan kualitas tinggi dan non komersial. Upgrade debian sendiri
mudah dilakuankarena paket yang didefinisikan dengan baik dikembangkan secara
terbuka. Debian merupakan satu-satunya distro linux yang dikembangkan secara
bersam-sama melalui internet dengan lebih dari 400 sampai 1500 pengelola paket.
Ubuntu
Ubuntu merupakan distro linux yang berbasis debian proyek.
Ubuntu ini disponsori oleh Canonical LTD. Nama ubuntu sendiri diambil dari nama
sebuah konsep edeologi afrika selatan. Ubuntu berasal dari bahasa kuno afrika
yang berarti rasa peri kemanusiaan terhadap sesama manusia. Ubuntu hadir dengan
beberapa kelebihan yaitu pengaturan network yang lebih mudah, dapat membuat
start up disk dengan USB(USB booting), dan unmount media lebih mudah atau
biasanya kita kenal dengan eject.
Redhat
Redhat merupakan salah satu GNU linux yang tergolong versi lama
yang masih menawarkan kemudahan dan mode tampilan sepenuhnya berbasis grafis
administrasi, dekstop KDE 3.1, GNOME 22, dan aplikasi miltimedia player
lainnya. Penggunaan redhat hampir sama dengan sistem operasi windows yang
terdapat kemudahan dalam penggunaanya antara lain : dalam melakukan instalasi
software, pengenalan deteksi hardware, pengelolaan sistem dan harddisk serta
penggunaan aplikasi-aplikasi yang semua dapat dilakukan dengan mudah dan
didukung dengan menu grafis serta perintah yang mudah untuk diikuti.
Mandrake atau Mandriva
Mandriva ini dibuat berdasarkan distro redhat disertai dengan
banyak pengembangan aplikasi dan perkonfigurasian yang mudah untuk para pemula
pada saat proses awal instal dengan penggunaan berbasis x windows, didukung
dengan berbagai bahasa yang memberi kemudahan dalam penggunaannya. Mandriva ini
telah dikompilasi denga optimasi CPU untuk kelas pentium III keatas
(intel,AMD,Cyrixm wingrup) dan processor versi yang lebih tinggi serta menghasilkan
ooptimasi lebih dari 30%. Mandriva ini menggunakan paket manager yang disebut
Urepmi. Penamaan mandrake sendiri digunakan pada versi 8.0,sedangkan penamaan
mandriva digunakan pada versi 8.2 sampai 9.2
Suse
Suse merupakan distro linux yang stabil, mudah ketika melakukan
deteksi hardware, mudah dikelola, dan didukung penuh oleh komunitas pengembang
diseluruh dunia. Keunggulan Sude dibandingkan distro linux lainnya adalah
kelengkapan pustaka dan banyaknya software yang di sertakan didalamnya.
Perangkat administrasi Suse mendukung kartu grafis baru yang dapat melakukan
demo secara langsung paket tersebut dinamakan SPN (Suse Package Manager)
Xandros
Xandros merupakan distro linux yang dibuat berdasarkan KDE. Tampilan
Xandros sangat mirip dengan microsoft windows apabila dioperasikan akan terasa
mudah dan nyaman . xandros dikenal user friendly dan tidak menyulitkan bagi
para pemula. Menurut pengetahuan saya Xandros sudah memiliki lebih
dari 4 versi.
Cent OS (Community Enterprise Operating System)
Cent OS merupakan sistem operasi yang berbasis redhat enterprise
linux (RHEL). Salah satu kekurangan cent OS adalah kurangnya dukungan kernel
untuk sistem file sehingga tidak bisa membaca reiser FS dan NTFS.
Gentoo
Gentoo merupakan sistro linux yang menggunakan paket sistem
management pertage yang dirancang agar mudah melakukan penambahan(modulator),
dapat diintegrasikan dengan distro lain, nudah diatur, fleksibel dan
di ooptimalkan untuk masing-masing komputer pengguna. Nama proyek pengembangan
dan produknya diambil dari jenis pinguin yang bernama Gentoo. Gentoo mempunyai
keunikan tersendiri yaitu dapat dilakukan optimasi dalam kegunaanya,
konfigurasinya sangat ekstrem, dukungan dari sesama pengguna dan pengembang yang
baik merupakan kelebihan gentoo, berkat adanya teknologi bernama portage gentoo
dapat menjadi server yang aman dan solusi untuk mengatasi embeded.
Knoppix
Knoppix merupakan distro linux live cdtinya dapat dijalankan
melalui cd-rom tanpa instalasi pada harddisk. Penamaan Knoppix sendiri diambil
dari nama pembuatnya yaitu klaus knopper. knoppix memiliki ragam aplikasi yang
cukup lengkap, dapat digunakan sebagai demo atau sesama belajar
linux, kapasitas harddisk yang besar untuk menggunakan modus grafisnya sebesar
96mb. Itu tadi merupakan kelebihan dari knoppix.
Turbo Linux
Turbo Linux merupakan distro linux dengan kinerja tinggi yang
dialokasikan untuk pasar workstation dan server terutama untuk penggunaan
cusstering dan orientasinya ke perusahaan. Turbo linux workstation merupakan
versi dekstopnya sedangkan turbo linux merupakan server yang digunakan untu
back and server dengan kinerja tinggi terutama untuk penggunaan bisnis pada
perusahaan, E-commerce, dan transaksi B2B(Busisnes to Busines). Turbo cluser
server digunakan untuk membuat server cluster dengan skala luas . 25 cluster
node atau lebih merupakan salah satu aplikasi yang berbasis konsep sederhana
dan kuat dinamakan para metric execotion.
Fedora
Fedora merupakan distro linux yang berbasis RPM dan dikembangkan
oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemograman serta disponsori
oleh redhat. Fedora mempunyai fitur dekstop GNOME 2.24.1.KDE 412, open office
3.0, firefox 3.04, linux 26 27 5 x org-x server 1.5.3, Glibc 2.9, security
system, audit dan instrusion, detection sectool, package kit framework
connection sharing yang melengkapi network manager. Sehingga fedora menjadi
salah satu distro dengan fitur terbaru yang akan diikuti distro-distro lainnya.
Free BSD
Free BSD secara teknis bukan merupakan sistem operasi linux
karena merupakan turunan linux yang dikembangkan oelh universityof california
barkeley dengan menggunakan sistem berbasis 4.4 BSD lite 2. Bagian penting
dalam Free BSD ini adalah koleksi ports yang saat ini memiliki 8.633 ports.
Aplikasi unix populer digunakan untuk membarikan otomatis proses porting. Free
BSD memiliki source dan mendukung penuh teknologi jaringan TCP/IP.
Zencase
Zencase merupakan bagian dari distro zenwalk, dikembangkan di
indonesia dan dibuat khusus untuk kebutuhan warung internet (Warnet) didalamnya
telah terdapat aplikasi auto recovery dan billing system. Zencase menjadi
populer karena sering digunakan pada warnet-warnet dan zencase ini dibuat
sedemikian rupa agar mudah digunakan bagi para pemula tanpa pengetahuan teknis.
Trustix Merdeka
Trustix Merdeka merupakan distro linux yang digunakan untuk
komputer dekstop dengan mengambil basis trustix securse linux dengan penekanan
pada security paket aplikasi yang disertakan didalamnya.Trustix Merdeka
merupakan paket pilihan dengan auditing yang cukup ketat untuk setiap sumber yang
disertakan. Distro buatan indonesia ini bertujuan bukan sekedar distro linux
saja, tetapi ditargetkan menjadi jalur komunikasi masyarakat dunia. Bahasa
indonesia dan bahasa inggris yang digunakan dapat dikatakan sebagai faktor
pemersatu setiap programer di indonesia. Program-program yang dibuatnya pun
didistribusikan secara massal bersamaan dengan Trustix Merdeka.
Blankon
Blakon merupakan distro yang dikembangkan oleh yayasan penggerak
linuk indonesia dan komunitas ubuntu indonesia untuk menghasilkan distro linux
yang sesuai dengankebutuhan pengguna komputer umumnya di indonesia
dengan menghadirkan filosofi kemudahan dan kehandalan yang ditawarkan ubuntu
sebagai distro sumber. Blankon dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama
untuk menghasilkan distro khas indonesia khususnya untuk dunia pendidikan,
perkantoran, dan pemerintah.
Lubuntu
Lubuntu merupakan salah satu distro linux live cd artinya kita
tidak memerlukan penginstallan sistem operasi langsung pada harddisk. Lubuntu
ini merupakan solusi jitu jika suatu komputer di sekolah atau dirumah
harddisknya sedang rusak atau bad sector maka dari itu Lubuntu pilihan yang tepat
karena penggunaanya yang mudah simpel dan beberbasis GUI. Lubuntu ini baru-baru
muncul di akhir-akhir tahun ini.
Kali Linux
Kali Linux merupakan distro linux open source yang sering
digunakan oleh para hacker untuk melakukan pembobolan suatu system karena
system atau aplikasi yang terdapat didalam kali linux ini mendukung untuk ulah
nakal para hacker. Pengalaman saya sendiri juga sukses membobol akses suatu
wifi dengan menggunakan sistem operasi ini.
Perbedaan Distro Linux
Masing-masing distro linux memang
memiliki perbedaan, Ada beberapa Distribusi Linux (Distro) yang berbeda. Banyak
yang memiliki filosofi berbeda tergantung dari organisasi mereka masing-masing.
Sebagai contoh seperti Fedora, yang menolak untuk menyertakan perangkat lunak
sumber tertutup, sementara yang lain seperti Linux Distro Mint menyertakan
sumber-sumber tertutup untuk memudahkan pengguna. Mereka termasuk perangkat
lunak standar yang berbeda – seperti bagaimana Ubuntu menyertakan Unity,
turunan Ubuntu termasuk lingkungan desktop lainnya, Fedora menyertakan Shell
GNOME, dan Mint termasuk Cinnamon atau MATE.
Banyak juga distro linux yang menggunakan
manajer paket berbeda, utilitas konfigurasi, dan perangkat lunak lainnya.
Beberapa distro ada yang tidak akan menerima dukungan untuk waktu yang lama.
Sedangkan yang lainnya seperti Ubuntu LTS atau Red Hat Enterprise Linux,
dirancang untuk menjadi distro yang stabil yang akan didukung dengan update
security dan perbaikan bug selama bertahun-tahun.
Beberapa Distribusi
Linux (Distro) ditujukan untuk komputer desktop, beberapa untuk server tanpa
antarmuka grafis, dan lainnya untuk penggunaan khusus, seperti PC home theater.
Beberapa Distribusi
Linux (Distro) dirancang untuk bekerja di luar kotak seperti Ubuntu, sementara yang lain membutuhkan sedikit lebih banyak
tweaking, seperti Arch Linux.
Komentar
Posting Komentar