Macam - Macam Distro Linux Indonesia
|
1. Trustix Merdeka,
merupakan sebuah
distribusi Linux untuk desktop dengan mengambil basis Trustix Secure Linux.
Dengan penekanan pada security, paket-paket aplikasi yang disertakan di dalam
Trustix Merdeka merupakan paket pilihan, dengan auditing yang cukup ketat untuk
setiap sumber yang disertakan. Distribusi Made in Indonesia ini bertujuan lebih
dari sekedar distro Linux saja. Ditargetkan menjadi jalur komunikasi masyarakat
Linux dan IT. Bahasa Indonesia yang digunakan dapat dikatakan sebagai faktor
pemersatu. Trustix Merdeka terhenti pengembangannya sejak Maret 2003.
2. Bijax
adalah sistem Linux
sendiri yang dikembangkan pada mulanya berdasarkan linuxfromscratch. Bijax
dapat dibuat untuk promosi linux, bisa juga digunakan bagi yang mau kenal
linux, tapi enggak mau install, distro ini tidak mendukung jaringan.
3. WinBI
adalah perangkat lunak
yang berisikan aplikasi umum berbahasa Indonesia. Dengan Software RI diharapkan
mengejar ketertinggalan adopsi teknologi komputer secara luas di masyarakat,
selain itu dimungkinkan untuk digunakan pembelajaran bahasa asing dalam
teknologi komputer. Hal ini dimungkinkan dengan tersedianya alternatif
penggantian bahasa yang digunakan dalam Software RI ini. Software RI juga
disebarluaskan untuk memberikan kemudahan dalam penggunaan komputer pada
masyarakat pada umumnya selain sebagai piranti pelatihan yang murah, handal dan
legal. Dengan demikian diharapkan maka masyarakat Indonesia akan banyak
menggunakan komputer tanpa keraguan dan kendala bahasa.
4. Rimbalinux,
dilatarbelakangi
minimnya distro buatan Indonesia, minimnya semangat kerjasama dalam komunitas
Linux Indonesia, dan belum ada distro yang mewakili identitas Indonesia, maka
distro Rimbalinux dibuat sebagai distro Linux desktop ringan yang bisa
dikembangkan (expandable lightweight linux desktop distribution).
5. TrustCafe,
adalah distribusi Linux
yang dibuat oleh ATLANTIS INDONESIA bagi yang ingin membuat Warung/Kafe
Internet, namun tidak mau dipusingkan dengan Sistem Operasi. Sistem ini ini
memiliki modul billing sistem yang terintegrasi dengan TrustCafe. Distro ini
menjadi bonus majalah InfoLinux edisi November 2002
6. ROSe,
sebuah distro turunan
Knoppix yang di-remaster dengan aplikasi khusus oleh RAB Indonesia. Terdapat
dua edisi yang sempat beredar, yaitu edisi Game (dipaket bersama Buku Mini
InfoLinux edisi Game), dan edisi Kasir/PoS (bonus majalah InfoLinux edisi Maret
2004).
7. LinuxSehat,
merupakan sebuah
program komunikasi (kampanye) penggenalan Linux bagi para pemula, merupakan
repackaging dari Knoppix, yang dibagokan secara gratis untuk menyambut pemberlakuan
UU Hak Cipta tahun 2003.
8. Komura
adalah sistem jaringan
server dan klien yang lebih murah karena sudah disertai sistem operasi
tersendiri. Komura sudah memiliki cukup banyak aplikasi untuk penggunaan
internet, perkantoran hingga game. Pengguna komputer tinggal menyesuaikan
pilihan aplikasi dengan kapasitas hard disk yang dimilikinya. Distro ini
menjadi bonus majalah InfoLinux edisi Januari 2004.
9. De2 (Debian Depok),
link susah diakses, lihat De2.UI di bawah.
10. DeAl (Debian Alternatif),
lihat De2.UI di bawah.
11. De2.UI Debian Depok
U-buntu I-untung
terdiri dari sepasang
berkas ISO Image. Pertama; berkas ISO instaler turunan UBUNTU Linux. Kedua;
kumpulan paket-paket campur-sari terakhir dari Debian, Ubuntu, dan lain-lain.
Distro ini biasanya diperbaharui (update) setiap akhir pekan.
12. BlankOn 1.0, distro
Linux berbasis Fedora Core yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux
Indonesia (YPLI). Tujuan pengembangan BlankOn Linux adalah menghasilkan distro
Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia. Yayasan
Penggerak Linux Indonesia (YPLI) bekerja sama dengan UNESCO dan komunitas Linux
lainnya telah mengembangkan BlankOn Linux 1.0 ini menjadi sistem operasi yang
lengkap berbasis Fedora Core 3 yang memanfaatkan software open source. Versi 2
(dan seterusnya) berbasis Ubuntu dan dikembangkan bersama Komunitas Ubuntu
Indonesia. Salah satu varian BlankOn, BlankOn Banyumas diluncurkan tanggal 17
Agustus 2012.
13. InulLinux,
sebuah distro berbasis
MoviX, live CD yang akan langsung menjalankan MPlayer setelah booting
14. DollyLinux,
distro berbasis Fedora
Core (info diperoleh dari situs Mas Made di atas, info lebih lanjut belum
ditemukan)
15. Xnuxer,
XNUXER LINUX dibangun
di atas core Debian Sarge 3.1 dimana file binary diambil dari KNOPPIX 3.9.
Menurut sejarah perkembangan asal-usul distro GNU/Linux di Indonesia, ada tiga
versi Xnuxer, yaitu: versi disket (turunan dari Trustix Secure Linux), versi
live (turunan dari Knoppix/Debian), dan versi install (turunan dari Slackware).
Konsep/ide yang di aplikasikan di XNUXER LINUX adalah membuat linux bisa
digunakan dengan mudah oleh end-user dengan memaksimalkan/mempercantik
penampilan KDE tanpa mengurangi performance sehingga kalau Anda melihat
tampilan KDE XNUXER LINUX sangat berbeda dengan tampilan KDE yang umum.
Sebagian besar file binary yang ada di XNUXER LINUX di ambil dari KNOPPIX 3.9
(Knopper) yang sudah di customize.
16. Waroeng IGOS,
diprakarsai oleh Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kementerian Riset dan Teknologi,
Departemen Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Warnet Indonesia, Pasifik
Satelit Nusantara dan Universitas Gunadarma. Aplikasi ‘Waroeng IGOS’ mencakup
kebutuhan aplikasi warnet 1 server untuk 3-10 klien, PC desktop, aplikasi
office, web browser, mail server serta manajemen dokumentasi. Khusus untuk
aplikasi office, dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung. WaroengIGOS
terdiri atas 3 CD: Server (install) yang berbasis Fedora, Server (live), dan
Client (live) yang berbasis Knoppix.
17. IGOS Desktop,
adalah sebuah brand software berbasis Open
Source yang diluncurkan hari ini oleh Konsorsium “IPTEKNET, LIPI dan PT INTI
untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan adanya product Open Source yang
siap-pakai sebagai alternatif untuk desktop productivity, serta mendukung upaya
pemerintah dalam penggunaan software legal di seluruh lapisan masyarakat. IGOS
DESKTOP ini merupakan aplikasi lengkap untuk Desktop yang telah
mengintegrasikan Operating System, Office productivity, Email Client, Instant
Messaging Client, Browser dan Development Tool.
18. Diskotix,
merupakan distro Linux
mini yang muat dalam 1 (satu) Floppy Disk 1,44 MB lengkap dengan aplikasi
editor teks, spreadsheet, kalkulator, game, dan utility. Antarmukanya
menggunakan menu, tanpa harus login. Diskotix berisi: kernel Linux 2.2, editor
E3 (mirip WordStar), spreadsheet SC, game Tetris, Snake, dan Gomoku, Ash shell,
Busybox, dan utility fdisk dan mkdosfs. Tersedia juga antarmuka command-line.
19. SLAMPP
merupakan distro yang
dapat digunakan sebagai live CD atau instalasi, untuk membuat sebuah server
dengan cepat. Dengan catchphrase “Simple Solution for Home Server”, distro ini
berbasis SLAX, sebuah distro live CD berbasis Slackware.
20. Pinux
atau POinter Linux,
sebuah distro berbasis RedHat 9 yang dikembangkan oleh Warnet Pointer Semarang,
untuk mengganti sistem operasi di warnet akibat penyitaan komputer bersistem
operasi Windows.
21. Linux Ampera,
adalah distro Linux
yang dikembangkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan
Digital Kreasi. Tujuan pembuatan linux ampera ini adalah untuk memperkenalkan
apa dan bagaimana linux itu. CD Linux Ampera 2 ini di-remaster dari distribusi
linux Knoppix dengan penambahan/pengurangan aplikasinya, serta dibuat bernuansa
Ampera.
22. Pazia Linux (d.h.
PacerLinux),
Asosiasi Perusahaan
Komputer Indonesia (Apkomindo) memiliki cita-cita besar, yaitu memperluas
pengguna sistem operasi open source di Indonesia. Ini kaitannya pada daya beli
masyarakat Indonesia yang dianggap belum cukup kuat. Untuk inisiasi awal program
Open Source Movement (OSM) tersebut, Pazia, salah satu distributor Acer untuk
produk notebook Aspire dan Ferrari, menjadi sponsornya.
23. IGOS Nusantara 2006
adalah aplikasi desktop yang merupakan distro
Linux berbasis Fedora Core 5, dengan kemampuan untuk membuat/mengedit dokumen,
database, spreadsheet, file grafis, maupun akses internet, chatting dan e-mail.
Aplikasi yang terinstall dalam IGOS Nusantara 2006 antara lain : sistem operasi
(Linux), aplikasi perkantoran (OpenOffice 2.0.2), Web Browser (FireFox), E-mail
Client (Evolution); Chatting (GAIM), pengolahan grafis (GIMP)
24. PC Linux Fiesta
merupakan salah satu
solusi aplikasi desktop yang berbasis PC Linux untuk memenuhi kebutuhan akan
pengguna pemula yang menginginkan OSS ‘user friendly’. Dikembangkan oleh
pengembang lokal atas inisiatifnya untuk mendukung Program IGOS. Distro ini
dapat diperoleh dengan bebas dengan lisensi GPL.
25. CHIPLux,
distro live DVD
berbasis PC Linux, yang berbasis PCLinuxOS yang didistribusikan majalah CHIP
Indonesia sebagai bonus edisi September 2006.
26. Kuliax, Kuliax 6.0
adalah distribusi sistem
GNU/Linux untuk pendidikan di Universitas, khususnya Program Studi Teknologi
Informasi atau yang berhubungan seperti Teknik Elektro (TE) konsentrasi Sistem
Komputer dan Informatika, Teknik Informatika (TF), Ilmu Komputer (IK), dan
lain-lain. Kuliax 6.0 merupakan implementasi pertama dari rencana Kuliax
Project, sebuah proyek untuk membawa Linux dan Perangkat Lunak Bebas dan Open
Source (PLBOS) ke dunia pendidikan di Universitas. Kuliax berbentuk live CD
berbasis Debian Unstable/Testing dan Knoppix yang diarahkan ke penggunaan Linux
Desktop. Kuliax berisi aplikasi lengkap yang umum digunakan: perkantoran,
multimedia, produktivitas, perkakas, aplikasi yang digunakan di dunia
pendidikan khususnya TI/TE/TF/IK, aplikasi dan sistem yang disesuaikan dengan silabus/kurikulum
(TI).
27. Depdiknux,
DEPDIKnux adalah distro
linux yang di kembangkan oleh Departemen Pendidikan Nasional yang berfungsi
sebagai fasilitas untuk menyukseskan program Jaringan Pendidikan Nasional
DEPDIKnux di-develop / di-remaster dari Linux Debian dengan installer knoppix
oleh saudara Hafidz salah seorang Mahasiswa STBA Bandung. Distro ini adalah
turunan KNOPPIX-4.0.2 yang telah di buat ulang untuk keperluan JARDIKNAS.
28. LiGOS AWALIi,
Distro AWALI merupakan
turunan Slackware yg telah dicustomisasi sedemikian rupa sehingga diharapkan
pengguna awam pun tidak akan sulit untuk menginstall distro ini (Proses
instalasi menggunakan bahasa Indonesia). LiGOS sendiri adalah grand project
yang nantinya diharapkan dapat mencakup semua kebutuhan migrasi, tidak hanya
untuk warneter saja melainkan instansi, perusahaan maupun profesional.
29. ZenCafe,
adalah kelanjutan dari
LiGOS, dan merupakan subproject dari distro ZenWalk. Tidak jauh berbeda dengan
“orang tuanya”, Zencafe dianjurkan untuk digunakan di komputer kelas bawah.
Idealnya Pentium II dengan RAM 128. Menggunakan window manager XFCE, hampir
mirip Gnome, hanya saja lebih ringan dan kurang begitu canggih.
30. Karampuang Linux,
merupakan Distro Linux
yang dikembangkan oleh KPLI Sinjai.yang berbasis Ubuntu Linux dengan target
pemakai : Instansi Pemerintah, Sekolah, Masyarakat Umum.
Komentar
Posting Komentar